Agama sebagai Idola Publik dan Urgensi Teologi Harmoni
DOI:
https://doi.org/10.70343/knw27a29Kata Kunci:
Agama, Idola, Teologi Harmoni, ToleransiAbstrak
Tulisan ini bertujuan mengkaji konsep “agama sebagai idola fora” dalam pemikiran Francis Bacon serta menawarkan teologi harmoni sebagai solusi atas persoalan keberagamaan di Indonesia. Fenomena kekerasan dan intoleransi atas nama agama masih menjadi persoalan serius; riset SETARA Institute mencatat lebih dari dua ribu pelanggaran kebebasan beragama dalam satu dekade, yang mencerminkan betapa agama kerap bergeser dari sumber kedamaian menjadi justifikasi tindakan destruktif. Dalam kerangka Baconian, idola fora merujuk pada prasangka yang terbentuk melalui pengaruh eksternal (otoritas, dogma, dan opini publik yang diterima tanpa kritik) yang menghambat pencapaian pengetahuan objektif. Ketika agama dikooptasi oleh kekuatan-kekuatan tersebut, ia berubah menjadi berhala yang membelenggu rasionalitas dan memicu fanatisme. Penelitian ini lebih lanjut mengidentifikasi nihilisme — kekosongan makna dan hilangnya nilai absolut — sebagai akar epistemologis terdalam dari kekerasan atas nama agama di Indonesia. Tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi literatur terhadap sumber-sumber filsafat, teologi, dan sosiologi agama. Berangkat dari diagnosis tersebut, penelitian ini menawarkan teologi harmoni sebagai pendekatan alternatif yang menekankan dialog antaragama yang autentik, pembersihan prasangka diri sejalan dengan metode induktif Bacon, serta keseimbangan antara keyakinan religius dan kehidupan sosial. Teologi harmoni yang berakar pada kearifan lokal Indonesia (Bhinneka Tunggal Ika dan nilai-nilai Pancasila) diharapkan menjadi fondasi rasionalitas kritis dalam beragama, sekaligus mendorong terbentuknya ekosistem keberagamaan yang damai, inklusif, dan berkeadaban.
Unduhan
Referensi
Bacon, Francis. 1863. “The New Organon or True Directions Concerning The Interpretation of Nature (1620).” Trans. James Spedding, Robert Leslie Ellis and …, no. 1620: 1–155. http://scholar.google.com/scholar?hl=en&btnG=Search&q=intitle:THE+NEW+ORGANON+OR+TRUE+DIRECTIONS+CONCERNING+THE+INTERPRETATION+OF+NATURE#0.
Bacon, Francis, and William Wood. 1844. Novum Organum; or, True Suggestions for The Interpretation for the Interpretation of Nature. Inggris: William Pickering.
Baidhawy, Z. 2013. Building harmony and peace through multiculturalist theology-based religious education: An alternative for contemporary Indonesia. In Peace education and religious plurality (pp. 1-16). Routledge.
Baybado, P. A. 2020. religion, Conflict and the Asian Theology of Harmony. Scientia, 9(2), 13-21.
Begbie, J. S. 2017. Modeling harmony: music, theology, and peace-building. Interpretation, 71(1), 13-24.
Brazil, Uberaba, and Francis Bacon. 2013. “Francis Bacon ´ S Philosophy under Educational Perspective Gustavo Araújo Batista – PhD” 3, no. 17: 50–56.
Cho, H. 2023. From Unity to Harmony: The Asian Spirit of Harmony in the Selected Documents of the Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) (Doctoral dissertation).
Cortes-Ramírez, Eugenio Enrique. 2014. “Knowledge Is Power. Francis Bacon’s Theory of Ideology and Culture.” Via Panorâmica: Revista Electrónica de Estudos Anglo-Americanos / An Anglo-American Studies Journal 3, no. Número Especial: 25–42.
Debus, A.G. 2002. O Homem e a Natureza No Renascimento. Porto: Porto Press.
Delmus, P., & Salim. 2017. Kerukunan Umat Beragama Vs Kebebasan Beragama di Indonesia. Jurnal Potret: Jurnal Penelitian dan Pemikiran Islam Vol. 21, No. 2.
Dermawan, A., & Nadia, Z. 2015. Etika Sosial dalam Kerukunan Umat Beragama. Jurnal Humanika. Vol. 15, No.1.
Djelantik, Sukawarsini. 2010. Terorisme, Tinjauan Psiko-Politis, Peran Media, Kemiskinan, Dam Keamanan Nasional. Jakarta: Pustaka Obor Indonesia.
Fatlolon, Constantinus. 2016. Masalah Terorisme Global: Dalam Konteks Teori Habermas Tentang Kolonisasi Dunia Kehidupan Oleh Sistem Modern. Yogyakarta: Kanisius.
Fajar, H., Nero, A., & Riyanto, F. A. 2023. the Pengaruh Dialog Interreligius Dalam Mencegah Konflik Sosial Antar Umat Beragama di Karang Besuki Malang. Jurnal Filsafat Indonesia, 6(1), 51-59.
Gianni, Vatimo. 1991. The End of Modernity. Baltimore: The John Hopkins University Press.
Go, Petrus. 2017. “Beragama Di Indonesia.” In Dalam Mengabdi Tuhan Dan Mencintai Liyan Penghayatan Agama Di Ruang Publik Yang Plural, edited by Yustinus Raharso, Alphonsus Tjatur, Olla, Paulinus Yan, 38–43. Malang: STFT Widya Sasana.
Goodale, Tom. 1995. “Leisure: Idols and Opportunities.” SCHOLE: A Journal of Leisure Studies and Recreation Education 10, no. 1: 107–16. https://doi.org/10.1080/1937156x.1995.11949381.
Hardiman, F. Budi. 2007. Filsafat Modern. Jakarta: Gramedia.
Haryatmoko. 2000. “Agama: Etika Atasi Kekerasan.” Harian Kompas, April 2000.
Ibrahim, Prof H Duski, M Ag, and Penerbit Percetakan. n.d. Prof. Dr. H. Duski Ibrahim, M.Ag.
Irfani, M. A., Arum, W. A. K., Suja, R. B., Masyithoh, H., Darmawan, R. A., Aulia, I., ... & Ulfah, H. (2024, December). The Urgency of Religious Moderation To Prevent Radicalism And Maintain Unity In Sukun Gempol Village. ACCEPT: Annual Conference on Community Engagement for Peaceful Transformation (Vol. 3, No. 1, pp. 687-694).
Jena, Y. 2019. Toleransi Antarumat Beragama di Indonesia dari Perspektif Etika Kepedulian. Jurnal Sosial Humaniora (JSH). Vol. 12, No.2
Kent Layne Oots & Thomas C. Wiegele. 1986. “Terrorist and Victim: Psychiatric and Physiological Approaches from a Social Science Perspective.” Terrorism 8. https://doi.org/10.1080/10576108608435592.
Kristiawan, D. 2020. Merengkuh yang Lain: Dialog Interreligius dan Transformasi Diri Terhadap yang Lain: Mitra Sriwijaya. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen. Vol. 1, No. 1.
Manzo, Silvia. 2006. “Francis Bacon: Freedom, Authority and Science.” British Journal for the History of Philosophy 14, no. 2: 245–73. https://doi.org/10.1080/09608780600601417.
Moh. Shofan. 2020. “Pluralisme Agama Bukan Nihilisme: Respon Untuk Kaum Fundamentalis.” Konfrontasi: Jurnal Kultural, Ekonomi Dan Perubahan Sosial 1, no. 1: 8–23. https://doi.org/10.33258/konfrontasi2.v1i1.83.
Neville, R. C. 2022. Harmony as a Virtue in Christianity. The Virtue of Harmony, 229.
Riyanto Armada. 2013. Menjadi-Mencintai Berfilsafat Teologis Sehari-Hari. Yogyakarta: Kanisius.
———. 2014. Berfilsafat Politik. 2nd ed. Yogyakarta: Kanisius.
______.2010. Sebuah Studi Tentang Dialog Interreligius. Diskursus-Jurnal Filsafat Dan Teologi Stf Driyarkara, 9(2), 249-282.
Roggero, M. A. 2023. CONTEMPORARY CHRISTIANITY AND PATHS TO RELIGIOUS HARMONY. In The Declaration of His Majesty Sultan Qaboos (pp. 234-247).
Sarbini, Peter B. 2017. “Wajah Agama Yang Beringas.” In Mengabdi Tuhan Dan Mencintai Liyan Penghayatan Agama Di Ruang Publik Yang Plural, edited by Yustinus Raharso, Alphonsus Tjatur, Olla Paulinus Yan, 26–37. Malang: STFT Widya Sasana.
Siagian, Y. R. 2021. Beyond Pluralism: Pendekatan Open Integrity Gerardette Philips sebagai Sebuah Upaya Dialog Pluri-Religius dalam Berteologi Interreligius di Indonesia. Aradha: Journal of Divinity, Peace and Conflict Studies, 1(1), 1-17.
Siswantara, Y.2020. Dialog Sebagai Cara Hidup Menggereja di Kultur Indonesia. KURIOS: (Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen), 6.1
Van Doan, T. 2009. Harmony as a Category of Asian Ethics and Theology. Sino-Christian Studies, 7.
Vermander, B. 2017. Speaking of Harmony in Many Tongues: The Crafting of a Pan-Asian Theology. Revue des sciences religieuses, (91/2), 269-286.
Vincent, T. 2012. Dari Akar Menuju Matahari: Dialog Interreligius Akar Rumput dalam Konteks Kemajemukan Konfliktif di Indonesia. Jurnal Filsafat dan Teologi, 1(1).
Wita, G. 2013. Theology of Harmony in Federation of Asian Bishops’ Conferences (FABC) Documents. Roczniki Teologii Fundamentalnej i Religiologii, (5 (60)), 139-155.
Unduhan
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Rori Prima Dani Simbolon (Author)

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Penulis memiliki hak cipta dan memberikan hak publikasi pertama kepada jurnal dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Creative Commons Attribution (CC-BY) 4.0 yang mengizinkan pihak lain untuk membagikan karya tersebut dengan menyebutkan kepengarangan dan publikasi awal di jurnal ini.





