Mata Golo dalam Perspektif Budaya Mangulewa dan Respons Pastoral Gereja Katolik

Penulis

  • Kristoforus Wode Sekolah Tinggi Pastoral Atma Reksa Ende Author

DOI:

https://doi.org/10.70343/bmzn1211

Kata Kunci:

kematian, mata golo, tanggapan pastoral, Mangulewa

Abstrak

Hidup dan mati tidak dapat dilepaspisahkan satu sama lain karena sudah menjadi takdir dari kehidupan itu sendiri. Kematian merupakan suatu hal yang sangat mendebarkan, menakutkan sehingga membuat jiwa dan pikiran manusia terguncang bahkan tidak tenang dalam menjalani hidup. Rumusan masalah yang diangkat dalam karya ini adalah: bagaimana pandangan masyarakat Mangulewa - Ngada tentang mata golo dan tanggapan gereja terhadap mata golo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dua hal berikut, yaitu: bagaimana cara pandang orang Mangulewa - Ngada tentang mata golo dan bagaimana tanggapan gereja  Katolik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menghantar peneliti sampai pada kesimpulan tentang orang Mangulewa  yang memiliki pandangan tersendiri  bahwa mata golo merupakan kematian yang tidak baik atau tidak wajar, yang membawa malapetaka bagi keluarga dan keturunannya .mata golo dalam pandangan masyarakat Mangulewa bahwa kematian yang disebabkan oleh kesalahan leluhur zaman sebelumnya yang tidak melewati peristiwa pemurnian atau melakukan upacara pa’i tibo. Tanggapan pastoral yang ditemukan dalam penelitian ini adalah adanya tempat yang wajar bagi kegiatan pastoral pendampingan dan penghiburan bagi keluarga berduka yang dijalankan melalui doa bersama, perayaan ekaristi atau ibadat pemakaman dan doa bersama selama tiga malam berturut-turut sejak hari pemakaman. Selain itu keluarga memohon intensi untuk mendoakan keselamatan arwah keluarga yang meninggal.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Abednego, Yohanis Kotte, K. N. L. (2025). Makarios : Jurnal Teologi Kontekstual. Makarios: Jurnal Teologi Kontekstual, 1(1), 62–77. https://jurnal.i3batu.ac.id/index.php/makarios

Gulo, Puta, R. I., & Liem, S. (2024). Pandangan Etika Kristen Terhadap Tindakan Bunuh Diri. Jurnal Transformasi: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan, 3(1), 40241.

Hidayat, E. A. (2016). Memaknai Penderitaan Secara Kristiani. Perspektif, 12(1), 13–29. https://doi.org/10.69621/jpf.v12i1.84

Hipolitus Kristoforus Kuwuel. (2010). Memandang Tuhan dari balik pengalaman kejahatan, penderitaan dan kematian. Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 4, 264–278.

II, Y. P. (1992). Katekimus Gereja Katolik (Catechism of the Chatolic Chruch). The Church and Other Faiths, 273. https://www.stignatiuspj.org/wp-content/uploads/2021/09/katekismus-gereja-katolik.pdf

Joro, I., & Tomhisa, R. (2025). Bunuh Diri Merusak Anugerah Hidup Dari Allah Bandingkan Kejadian 2:7. Pineleng Theological Review (PThR), 2(2).

Krye Nikho Pagalla, Alfri Tandi, Santi Ribka, Agnes Fiadolorosa, & Katrina Friskia. (2024). Studi Estetika Teologis Tentang Kematian Dalam Terang Berpikir Arthur Schopenhauer. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 3(1), 79–93. https://doi.org/10.55606/jurrafi.v3i1.2700

Labu, N., Leo, W., & Lina, P. (2023). Konsep Masyarakat Ngada-Flores tentang Mata Golo dan Tanggapan Iman Kristiani. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi), 9(2), 162–174. https://doi.org/10.18784/smart.v9i2.1840

Lina, P., & Sudhiarsa, R. I. M. (2022). Mata Golo, Ritual Ke’o Rado , dan kematian Yesus Kristus di kayu Salib di Perspektif Masyarakat Ngada di Tengah Flores Indonesia Paskalis. Jurnal Orientasi Asia Dalam Teologi, 04(01), 1–26. https://doi.org/10.24071/jaot.v4i1.4483

Margareta Vera Lema, & Intansakti Pius X. (2025). Ekspresi Inkulturasi Budaya NTT dalam Liturgi sebagai Perjumpaan Iman dan Budaya. Nubuat : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Dan Katolik, 2(4), 01–16. https://doi.org/10.61132/nubuat.v2i4.1469

Nasir, A., Nurjana, Shah, K., Sirodj, R. A., & Afgani, M. W. (2023). Pendekatan Fenomenologi Dalam Penelitian Kualitatif. INNOVATIVE: Journal Of Social Science Research, 3(5), 4445–4451. https://j-innovative.org/index.php/Innovative

Pradipta, N. (2019). Belas Kasih Allah dalam Kematian Kristiani Menurut Karl Rahner. Jurnal Teologi, 8(1), 47–64. https://doi.org/10.24071/jt.v8i1.1588

Putra, A. (2021). Kajian Teologis Terhadap Praktik Bunuh Diri. Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu (Perintisan Gereja Sebagai Bagian Dari Implementasi Amanat Agung), 55.

Saputra, Y. C. K. (2025). Pendampingan Pastoral Dalam Gereja Katolik: Peran Katekis Dalam Mewujudkan Evangelisasi Dan Formasi Iman Yang Berkelanjutan. Jurnal Pelayanan Pastoral, 26–40. https://doi.org/10.53544/jpp.v6i1.678

Titihalawa, J. E., Aliffiati, & Pravitasari, P. K. (2025). Praktik Beragama dalam Tradisi Lokal Etnis Bajawa di desa Naruwolo Kecamatan Jerebu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Triwikrama: Jurnal Multidisiplin Ilmu Sosial, 10(10).

Ultavia, A. B., Jannati, P., & Malahati, F. (2023). Kualitatif : Memahami Karakteristik Penelitian Sebagai Metodologi. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(2), 2023.

Wijaya, B. R. (2020). Memaknai Peristiwa Kematian Dalam Terang Estetika Teologis Kristiani. Jurnal Melintas, 36(3), 379–398.

Unduhan

Diterbitkan

01-06-2026

Cara Mengutip

Wode, K. (2026). Mata Golo dalam Perspektif Budaya Mangulewa dan Respons Pastoral Gereja Katolik. JURNAL PASTORAL KATEKETIK, 3(1), 18-31. https://doi.org/10.70343/bmzn1211