Catholic Marriage as a Sacrament: A Study of Church Law in the Context of Religious Pluralism in East Barito

Authors

  • Marianus Rago Kristeno STP-IPI Malang Author
  • Yohanes Wilson B. Lena Meo Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Widya Sasana Author

DOI:

https://doi.org/10.70343/ntas4518

Keywords:

Barito Timur, Hukum Gereja, Pluralisme Agama, Sakramen Perkawinan, Pastoral

Abstract

Marriage is one of the fundamental aspects of human life that not only involves social dimensions but also carries deep religious significance. The Catholic Church regards marriage as a Sacrament. In the pluralistic context of East Barito Regency, the understanding and appreciation of the sacramental value of Catholic marriage present a particular challenge. This study aims to analyze the meaning of Catholic marriage as a sacrament from the perspective of Church law and its application amid religious and cultural pluralism in East Barito Regency. The research employs a qualitative method with a library research approach, focusing on content analysis of primary sources such as the 1983 Code of Canon Law and magisterium Church documents, as well as secondary sources in theology, law, and pastoral studies. The data were analyzed descriptively and qualitatively through conceptual and normative approaches to examine the relationship between sacramental theology and canon law. The results show that Catholic marriage has two essential dimensions— theological and juridical— which unite in the sacred covenant between husband and wife. In the pluralistic context of East Barito, the Church faces challenges in applying canonical norms to traditional customs and mixed marriages, thus requiring a pastoral approach that is dialogical and inculturative. In conclusion, Church law serves not merely to regulate but to guide the faithful in living the sacrament of marriage as a sign of God’s love within a diverse society. 

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adlini, M. N., Dinda, A. H., Yulinda, S., Chotimah, O., & Merliyana, S. J. (2022). Metode Penelitian Kualitatif Studi Pustaka. Edumaspul: Jurnal Pendidikan, 6(1), 974–980. https://doi.org/10.33487/edumaspul.v6i1.3394

BPS Kabupaten Barito Timur. (2025). Kabupaten Barito Timur Dalam Angka 2025. 14.

Ebu, R. O. (2022). Perkawinan Campur dan Dampaknya Terhadap Kehidupan Berkeluarga Menurut KHK 1983 (Studi Pastoral di Paroki Weri). JAPB: Jurnal Agama, Pendidikan, Dan Budaya, 3(1), 179–186.

Efim, A., & Endi, Y. (2025). Perkawinan Beda Agama dan Pemberian Dispensasi dalam Gereja Katolik (Tinjauan Kasus di Paroki St. Maria Ratu Rosari-Reo Keuskupan Ruteng). Jurnal Masalah Pastoral, 13(1), 48–62. https://doi.org/10.60011/jumpa.v13i1.153

Gumiri, E. R. (2024). Perkawinan Beda Agama di Indonesia. Legal System Journal, 1(1).

Halawa, C. R. W., & Smith, N. A. (2024). Perkawinan Campuran Menurut Gereja Katolik: Tantangan dan Solusi dalam Konteks Pluralisme di Indonesia. Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama, 3(1), 76–87. https://doi.org/10.55606/jutipa.v3i1.425

Hardani, H., Auliya, N. H., Andriani, H., Fardani, R. A., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Sukmana, D. J., & Istiqomah, R. R. (2020). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitaif (H. Abadi (ed.); 1st ed.). CV. Pustaka Ilmu Group Yogyakarta.

Malau, C. L., Raya, T. B., & Endi, Y. (2024). Inkulturasi Gereja Asia: Suatu Tinjauan Inkulturasi dalam Terang Dokumen FABC. Jurnal Pelayan Pastoral, 5(1), 56–66.

Mangundap, A. T. S. F., Tambajong, H. B., & Moga, L. I. (2023). Analisis Hukum Pembatalan Perkawinan Katolik Menurut Hukum Kanonik dan Sistem Hukum Indonesia. Iustia Per Legem, 1(1), 22–46.

Mayolla, I. G., & Rynanta, R. B. A. (2024). Memaknai Dimensi Sakramental Perkawinan Katolik dalam Kanon 1055 §1-2 dari Perspektif Teologi Tubuh Paus Yohanes Paulus II. Media: Jurnal Filsafat Dan Teologi, 5(1), 113–132. https://doi.org/10.53396/media.v5i1.218

Najiburrahman, N., Marzuki, I., & Layyinah, Q. (2024). Legalitas Hukum Perkawinan Beda Agama Dalam Praktik Hukum Masyarakat Indonesia: Harmonisasi Hukum Positif Dan Hukum Agama. Hakam : Jurnal Kajian Hukum Islam Dan Hukum Ekonomi Islam, 8(2). https://doi.org/10.33650/jhi.v8i2.10428

Nikodemus, N., & Endi, Y. (2023). Pandangan Gereja Katolik Terhadap Perkawinan Campur Perspektif Amoris Laetitia dan Hukum Kanonik. Kamaya: Jurnal Ilmu Agama, 6(3), 352–366. https://doi.org/10.37329/kamaya.v6i3.2689

Nusantoro, Y. F., & Gimbut, M. (2014). Makna Sakramen Perkawinan Bagi Pasutri Usia Madya. Jurnal Pendidikan Agama Katolik, 12(6), 54–65.

Parhusip, B., & Situmorang, K. W. (2023). Keluarga Sejahtera dalam Gereja Katolik dan Islam: Studi Tentang Tujuan Perkawinan dalam Gereja Katolik dan Islam. Perspektif, 18(1), 87–104.

Putri, D. P. H., & Safitri, G. H. (2025). Eksistensi Hukum Perkawinan Adat dalam Sistem Hukum Nasional Indonesia. Dedikasi: Jurnal Ilmiah Sosial, Hukum, Budaya, 26(1), 81–86.

Rillyanugraha, R., & Endi, Y. (2024). Pernikahan Lintas Iman Dalam Konteks Gereja Katolik:Analisis Hukum Kanonik Dan Upaya Rekonsiliasi. Jurnal Masalah Pastoral, 12(2), 67–87. https://doi.org/10.60011/jumpa.v12i2.188

Sari, Y., Fandy Palinoan, F., & Bine Saramae, P. (2021). Implementasi Tujuan Perkawinan dalam Pendidikan Anak Oleh Keluarga Katolik. Ranah Research : Journal of Multidisciplinary Research and Development, 3(4), 229–235. https://doi.org/10.38035/rrj.v3i4.742

Sasi, A. Y., & Meo, Y. W. B. L. (2024). Tantangan dalam Menghidupi Perkawinan Katolik di Tengah Perubahan Sosial dan Budaya. Jurnal Teologi Injili Dan Pendidikan Agama, 3(1), 116–124. https://doi.org/10.55606/jutipa.v3i1.439

Sinaga, F., Sembiring, R., Kaban, M., & Sembiring, I. A. (2023). Akibat Hukum Perkawinan Beda Agama Dalam Pandangan Gereja Katolik Dihubungkan Dengan Undang- Undang tentang Perkawinan. Locus Journal of Academic Literature Review, 2(12), 945–957. https://doi.org/10.56128/ljoalr.v2i12.257

Sintani, S. (2018). Perkawinan Adat Dayak Ma’anyan sebagai Ujud Pendidikan Masyarakat. An1mage Jurnal Studi Kultural, III(1), 51–56. https://www.neliti.com/publications/223845/perkawinan-adat-dayak-maanyan-sebagai-ujud-pendidikan-masyarakat

Sitepu, A. B., Veronika, A., Sinabariba, M., Sinaga, D., Oktaviance, R., Siallagan, E. A., Manik, R. M., Ambarita, B., & Simorangkir, L. (2021). Pendampingan Konseling Seksualitas dan Keluaraga Berencana Alami (Kba) Dalam Perkawinan Katolik pada Calon Pengantin di Gereja Katolik Ratu Rosari Tanjung Anom. Jurnal Perak Malahayati, 3(2), 75–80. https://doi.org/10.33024/jpm.v3i2.5273

Suma, I. M. M. (2022). Konsep Yuridis Tentang Perkawinan yang Sah Dalam Gereja Katolik. EUNTES: Jurnal Ilmiah Pastoral, Kateketik, Dan Pendidikan Agama Katolik, 1(1).

Zaidah, Y., Rahmah, A., & Luthfi, F. (2025). Pipikatan Sebagai Jembatan Penyelesaian Konflik Suami Isteri Dalam Adat Dayak Maanyan Kalimantan Tengah. Jurnal Studi Islam Lintas Negara (Journal of Cross-Border Islamic Studies), 7(1), 173–180.

Published

2025-12-01

How to Cite

Kristeno, M. R., & Meo, Y. W. B. L. . (2025). Catholic Marriage as a Sacrament: A Study of Church Law in the Context of Religious Pluralism in East Barito. PASTORAL CATECHETICAL JOURNAL, 2(2), 48-60. https://doi.org/10.70343/ntas4518