Hikmat dalam Kitab Amsal: Integrasi Karakter Wanita Cakap, Peringatan Moral, dan Pemeliharaan Jalan Kebijaksanaan

Penulis

  • Yanto Sandy Tjang Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Author
  • Mayong Andreas Acin Sekolah Tinggi Agama Katolik Negeri Pontianak Author

DOI:

https://doi.org/10.70343/wb8vbq45

Kata Kunci:

Amsal, Hikmat, Integrasi moral-spiritual-praksis, Kehidupan etis, Wanita cakap

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi prinsip-prinsip hikmat dalam Kitab Amsal, dengan fokus pada integrasi dimensi moral, spiritual, dan praksis dalam kehidupan manusia. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi karakteristik “wanita cakap” dalam Amsal 31, menganalisis tema-tema sentral dalam Amsal 1–9 terkait peringatan preventif, serta menelaah pemeliharaan jalan kebijaksanaan dalam Amsal 8 sebagai pedoman praktis kehidupan etis dan bijaksana. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-eksegetis berbasis studi kepustakaan, dengan sumber primer Kitab Amsal dan sumber sekunder berupa literatur teologi, komentar Alkitab kontemporer, dan kajian sastra hikmat. Analisis dilakukan secara tematik dan hermeneutik melalui pembacaan kritis, kontekstualisasi, dan penafsiran teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosok “wanita cakap” memadukan kesalehan, ketekunan, integritas, dan kepedulian sosial dalam tindakan nyata, menjadi teladan integrasi prinsip moral, spiritual, dan praksis. Peringatan untuk menjauhi teman yang jahat dan istri yang bersuami menegaskan perlunya kesadaran moral, selektivitas pergaulan, dan tanggung jawab sosial. Dorongan untuk mendekati kebijaksanaan dan pemeliharaan “jalan-jalan” kebijaksanaan menekankan pengembangan karakter, ketaatan kepada Allah, dan praktik hidup etis yang konsisten. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa Amsal menyajikan kerangka moral holistik yang mengintegrasikan iman, etika, dan tindakan nyata, sehingga dapat dijadikan pedoman bagi kehidupan yang bijaksana, bermoral, dan berkelanjutan.

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Angkouw, G. M., & Novalina, M. (2022). Identitas Wanita dalam Amsal 31: 10-31: Sebuah Pendekatan Sejarah Sosial Alkitab. MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi Dan Kepemimpinan Kristen, 3(2), 81–92. https://doi.org/https://doi.org/10.52220/magnum.v3i2.146

Bangun, D. R., & Manik, F. R. H. (2025). Martabat Perempuan: Refleksi Amsal 31:10-31 dalam Bingkai Kesetaraan Gender. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education and Psychospiritual, 02(01), 1–14. https://doi.org/https://doi.org/10.70420/theosebia.v2i1.109

Baok, D. M., Ito, K. A. H., Saingo, Y. A., & Leobisa, J. (2025). Karakter Berbasis Pendidikan Agama Kristen Dalam Pencegahan Pengaruh Pergaulan Bebas Siswa. Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora Dan Seni (JISHS), 3(6), 1049–1057. https://doi.org/https://doi.org/10.62379/jishs.v3i6.3144

Baris, M. (2015). Iniquities ensnare the wicked: The ethical theory of Proverbs 1–9. Hebrew Studies 56, 56(1), 129–144. https://doi.org/https://doi.org/10.1353/hbr.2015.0018

Daeli, S., Gulo, A. Y., & Bambangan, M. (2025). Kajian Teologis tentang Hikmat menurut Amsal 1: 7: Pedoman Etika bagi Pertumbuhan Iman Kristen. Jurnal Riset Rumpun Agama Dan Filsafat, 4(1), 297–310. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jurrafi.v4i1.4581

Ho, S. S. (2021). Making Wise the Stranger: Sapiential Hospitality in Proverbs 1 – 9. Open Theology, 7(1), 611–625. https://doi.org/https://doi.org/10.1515/opth-2020-0183

Hughes, B. C. (2024). Wisdom in the world: Toward a renewed Christian reading of Proverbs 8. Wipf and Stock Publishers.

Jie, M. B. (2025). Buah yang Lebih Berharga daripada Emas dan Perak: Kajian Eksegetis atas Amsal 8:19 dan Yohanes 15:4-5. FORUM Filsafat Dan Teologi, 54(01), 15–26. https://doi.org/https://doi.org/10.35312/forum.v54i1.640

Keefer, A. J. (2020). Proverbs 1–9 as an introduction to the Book of Proverbs. Bloomsbury Academic.

Koyongian, V. A., Boham, G., & Soumokil, S. D. (2024). Peranan istri yang cakap berdasarkan Amsal 31:10–31. Mathetes: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen, 5(1), 1–9. https://sttbethelsamarinda.ac.id/e-journal/index.php/mathetes/article/view/27/28

Krüger, T. O. (2022). Wisdom and law: Adultery in Proverbs 1–9 and the legal texts of the Old Testament (Doctoral dissertation). University of Gloucestershire.

Meko, A. M. L., & Bang, B. (2022). Spiritualitas Kesetiaan dalam Perkawinan Menurut Kitab Amsal 5: 15-20 dan Injil Yohanes 4: 7-15. Gaudium Vestrum: Jurnal Kateketik Pastoral, 6(2), 51–63. https://doi.org/https://doi.org/10.61831/gvjkp.v6i2.138

Nelly, N., & Nome, R. I. (2020). Makna Takut akan Tuhan Menurut Amsal 8:13 ( Studi Evaluasi di Jemaat GPdI “ Filadelfia ” Oepaleo Kupang ). KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen, 1(2), 127–142. https://doi.org/https://doi.org/10.34307/kamasean.v1i2.14

O’Kelly, M. A. (2022). Wisdom and the fear of YHWH: Rethinking their relationship in Proverbs 1-9. Journal for the Study of the Old Testament, 47(1), 98 –113. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/03090892221116913

Pareira, B. A. (2006). Jalan ke hidup yang bijak: Amsal 1–9. Dioma.

Pattinaja, A. A. (2024). Keterkaitan “takut akan tuhan” dan “ membenci kejahatan” terhadap pembentukan karakte r: kajian hermeneutik berdasarkan amsal 8:13. EKKLESIA: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristiani, 3(1), 1–20. https://doi.org/https://doi.org/10.63576/ekklesia.v3i1.73

Piter, R. (2024). Analisis gema intertekstual terhadap Amsal 8 (17) dan Yohanes 14 (21). Aggiornamento: Jurnal Filsafat-Teologi Kontekstual, 04(2), 57–70. https://doi.org/https://doi.org/10.69678/aggiornamento40257-70

Riski, Sualang, F. Y., & Budiyono, E. T. (2023). Studi Eksegesis Amsal 1-9: Suatu Antitesis Antara Orang Bebal dan Orang Bijak. SCRIPTA: Jurnal Teologi & Pelayanan Kontekstual, 15(1), 1–17. https://doi.org/https://doi.org/10.47154/sjtpk.v15i1.194

Siahaan, V. H., & Barus, M. B. (2021). Peran “istri yang cakap” dalam meningkatkan perekonomian keluarga pada masa pandemi Covid‑19. Jurnal Teruna Bhakti, 4(1), 48–58.

Silaen, R. T., Purwoko, P. S., & Sukarna, T. (2024). Proverbs 31: 10-31: The Significance of A Qualified Wife As A Noble Woman. European Journal OfTheology and Philosophy, 4(2), 11–18. https://doi.org/https://doi.org/10.24018/theology.2024.4.2.126

Simamora, D. M., & Tarigan, I. S. (2024). Teologi pendidikan Kristen dalam Kitab Amsal sebagai pengajaran iman. Pediaqu : Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(4), 4131–4150.

Sinulingga, R. (2016). Kitab Amsal 1–9: Tafsiran Alkitab. BPK Gunung Mulia.

Situmorang, W. E., Sakerebau, K. O., & Sakerebau, A. P. (2024). Pola hidup takut akan Tuhan berdasarkan Amsal 1:1–7 dan kontribusinya bagi pemuda Kristen di era modern. Pediaqu:Jurnal Pendidikan Sosial Dan Humaniora, 3(1), 325–340.

Vayntrub, J. (2020). Beauty, wisdom, and handiwork in Proverbs 31:10–31. Harvard Theological Review, 113(1), 45–62. https://doi.org/https://doi.org/10.1017/S0017816019000348

Wissang, I. O. (2022). Puisi Amsal dan konstruksi nilai. Qiara Media.

Yoder, C. R. (2021). Personified wisdom. In W. Kynes (Ed.), The Oxford Handbook of Wisdom and the Bible. Oxford University Press.

Unduhan

Diterbitkan

01-06-2026

Cara Mengutip

Tjang, Y. S., & Acin, M. A. (2026). Hikmat dalam Kitab Amsal: Integrasi Karakter Wanita Cakap, Peringatan Moral, dan Pemeliharaan Jalan Kebijaksanaan. JURNAL PASTORAL KATEKETIK, 3(1), 56-67. https://doi.org/10.70343/wb8vbq45